Alaztha: Jurnal Kesehatan Nusantara merupakan jurnal peer-reviewed yang diterbitkan empat kali dalam setahun oleh CV. Alaztha Media Publikasi. Jurnal ini tersedia secara online sebagai jurnal akses terbuka (open access) serta dalam versi cetak. Pernyataan etika publikasi ini menjelaskan standar perilaku etis bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses penerbitan artikel, termasuk penulis, editor, reviewer, dewan editor, dan penerbit. Pedoman ini mengacu pada Best Practice Guidelines for Journal Editors yang diterbitkan oleh Committee on Publication Ethics (COPE).

Pedoman Etika Publikasi Jurnal

Publikasi artikel dalam Alaztha: Jurnal Kesehatan Nusantara merupakan bagian penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berkualitas, kredibel, dan bereputasi. Artikel yang melalui proses peer review mencerminkan penerapan metode ilmiah yang baik. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam proses publikasi wajib menjunjung tinggi standar etika publikasi ilmiah.

CV. Alaztha Media Publikasi berkomitmen menjalankan seluruh proses penerbitan secara profesional dan bertanggung jawab. Segala bentuk kepentingan komersial, termasuk iklan maupun pendapatan lainnya, tidak akan memengaruhi keputusan editorial.

Keputusan Publikasi

Editor bertanggung jawab menentukan artikel yang layak dipublikasikan berdasarkan kualitas ilmiah, orisinalitas, kontribusi penelitian, dan relevansinya bagi pembaca. Keputusan editorial dilakukan sesuai kebijakan jurnal serta memperhatikan ketentuan hukum terkait hak cipta, pencemaran nama baik, dan plagiarisme. Dalam proses pengambilan keputusan, editor dapat berkonsultasi dengan reviewer maupun anggota dewan editor lainnya.

Keadilan (Fair Play)

Editor mengevaluasi setiap naskah secara objektif berdasarkan kualitas intelektual tanpa membedakan ras, jenis kelamin, orientasi seksual, agama, kewarganegaraan, latar belakang etnis, maupun pandangan politik penulis.

Kerahasiaan

Editor dan staf editorial wajib menjaga kerahasiaan seluruh informasi terkait naskah yang dikirimkan. Informasi tersebut hanya dapat diberikan kepada penulis korespondensi, reviewer, calon reviewer, penasihat editorial, dan penerbit sesuai kebutuhan proses publikasi.

Pengungkapan dan Konflik Kepentingan

Materi yang belum dipublikasikan dalam naskah yang diajukan tidak boleh digunakan dalam penelitian editor tanpa persetujuan tertulis dari penulis. Seluruh pihak yang terlibat wajib menghindari konflik kepentingan yang dapat memengaruhi objektivitas proses editorial.

Tugas Reviewer

Kontribusi terhadap Keputusan Editorial

Proses peer review membantu editor dalam mengambil keputusan editorial serta membantu penulis meningkatkan kualitas artikel melalui masukan yang konstruktif.

Ketepatan Waktu

Reviewer yang merasa tidak memiliki kompetensi sesuai bidang naskah atau tidak dapat menyelesaikan review tepat waktu wajib segera memberi tahu editor dan mengundurkan diri dari proses penelaahan.

Kerahasiaan

Setiap naskah yang diterima untuk direview harus diperlakukan sebagai dokumen rahasia dan tidak boleh diperlihatkan atau didiskusikan dengan pihak lain tanpa izin editor.

Standar Objektivitas

Reviewer wajib memberikan penilaian secara objektif, jelas, dan disertai argumentasi ilmiah yang mendukung. Kritik pribadi terhadap penulis tidak diperbolehkan.

Pengakuan terhadap Sumber

Reviewer harus mengidentifikasi sumber ilmiah relevan yang belum disitasi oleh penulis dan memberitahukan editor apabila terdapat indikasi plagiarisme atau kesamaan substansial dengan karya lain.

Konflik Kepentingan

Reviewer tidak diperbolehkan mereview naskah yang memiliki konflik kepentingan akibat hubungan pribadi, profesional, maupun institusional dengan penulis atau institusi terkait.

Tugas Penulis

Standar Pelaporan

Penulis wajib menyajikan hasil penelitian secara akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Artikel harus memuat data dan referensi yang memadai agar penelitian dapat diverifikasi atau direplikasi oleh peneliti lain.

Orisinalitas dan Plagiarisme

Penulis harus memastikan bahwa naskah yang dikirimkan merupakan karya asli dan bebas dari plagiarisme. Seluruh sumber yang digunakan wajib disitasi dengan benar.

Publikasi Ganda atau Bersamaan

Penulis tidak diperbolehkan mengirimkan atau menerbitkan naskah yang sama pada lebih dari satu jurnal secara bersamaan.

Pengakuan terhadap Sumber

Penulis wajib memberikan pengakuan yang layak terhadap karya ilmiah pihak lain yang menjadi dasar atau referensi penelitian.

Kepengarangan Artikel

Kepengarangan hanya diberikan kepada pihak yang memberikan kontribusi signifikan dalam penelitian. Penulis korespondensi bertanggung jawab memastikan seluruh penulis telah menyetujui versi akhir artikel sebelum dipublikasikan.

Pengungkapan dan Konflik Kepentingan

Seluruh penulis wajib mengungkapkan konflik kepentingan maupun sumber pendanaan penelitian yang dapat memengaruhi hasil atau interpretasi penelitian.

Kesalahan Fundamental dalam Artikel yang Dipublikasikan

Jika ditemukan kesalahan signifikan dalam artikel yang telah dipublikasikan, penulis wajib segera memberitahukan editor dan bekerja sama dalam proses koreksi atau pencabutan artikel.

Dugaan Pelanggaran Etika Penelitian

Pelanggaran etika penelitian meliputi fabrikasi data, falsifikasi, manipulasi sitasi, maupun plagiarisme dalam pelaksanaan, penulisan, atau pelaporan penelitian. Jika terdapat dugaan pelanggaran, editor dan dewan editorial akan mengikuti pedoman COPE untuk menangani kasus secara adil dan profesional.

Naskah yang terbukti melanggar etika publikasi akan ditolak. Jika pelanggaran ditemukan setelah artikel dipublikasikan, jurnal akan menerbitkan koreksi atau pencabutan artikel (retraction).

Institusi terkait diharapkan melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran ilmiah guna menjaga integritas publikasi dan keakuratan catatan ilmiah.

Informasi lebih lanjut mengenai etika publikasi dapat diakses melalui Committee on Publication Ethics (COPE).

Pencabutan Artikel (Retraction)

Artikel yang telah dipublikasikan dapat dicabut apabila:

  1. Terdapat bukti bahwa hasil penelitian tidak dapat dipercaya akibat pelanggaran etika atau kesalahan serius.
  2. Artikel telah dipublikasikan sebelumnya tanpa sitasi, izin, atau alasan yang jelas (publikasi redundan).
  3. Artikel terbukti mengandung plagiarisme.
  4. Penelitian dilakukan dengan cara yang tidak etis.